Rabu, 10 November 2010

Teknik Kimia Vs MIPA Kimia


Bismillah..

Hmm, mungkin ada yang bertanya, apa tuh maksudnya judul postingannya seperti itu? Maksudnya ini bukan pertandingan futsal antara tim teknik kimia melawan tim mipa kimia lho..hehe. Tapi tentang perbandingan ataupun beda teknik kimia dan juga mipa kimia...

Udah tahu belum apa bedanya? kalaunya belum tahu gak papa juga sih..hehe tapi sebaiknya kalian harus tau.. khususnya bagi kalian yang masih bingung milih jurusan... nah bagi yang belum tau, silakan di simak ya penjelasannya di bawah ini...

Perbedaan teknik kimia dan juga mipa kimia dapat dilihat dari 3 point berikut:

Poin 1: Sifat: Eksplorasi vs. Aplikasi

Seorang AlChemist (sebutan untuk orang yang bergelut dengan kimia murni) akan selalu memiliki pemikiran untuk mencari reaksi kimia baru yang belum diketemukan. Dengan kata lain seorang yang kuliah dijurusan ini memiliki spesifikasi untuk menjadi seorang peneliti, yang dalam bahasa kerennya disebut ILMUAN. Contoh paling simplenya ketika Mendelev menemukan unsur baru yang diberi nama Mendelevium. Ketika ia menemukan unsur tersebut maka kita dapat mengatakan bahwa Mendelev seseorang dengan pola pikir seorang AlChemist.

Tetapi berbeda halnya dengan "Chemical Engineer" , mereka akan selalu berfikir bagaimana caranya memanfaatkan reaksi – reaksi yang sudah ada. Boleh kita simpulkan bahwa seorang Chemical Engineer memiliki pandangan untuk mengapliksikan reaksi kedalam kehidupan sehari – hari.

Poin 2: Orientasi: Ilmu Pengetahuan vs Industri

Orientasi seorang Chemical Engineer adalah industri hal ini tak lepas dari poin 1yang telah kita bahas sebelumnya. Maka tempat kerja yang cocok bagi mereka adalah berbagai macam industry yang terkait zat kimia didalamnya. Seperti industry pupuk kimia, industry polimer, kilang minyak, dll. Dikarenakan mereka bekerja di industry maka mereka akan selalu meninjau reaksi dari segi ekonomi. Mereka akan selalu mencari bagaimana cara menghasilkan produk kimia dengan mutu bagus tetapi dengan biaya produksi yang optimum.

Berbeda halnya dengan seorang AlChemist orientasi mereka adalah ilmu pengetahuan. Mereka lebih memiliki kecendrungan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dalam hal ini pengetahuan kimia. Maka bukan hal yang tabu untuk mereka untuk berhipotesa untuk merumuskan hal-hal yang baru.

Poin 3: Target Skala:Kecil vs Raksasa
Dengan 2 point diatas maka telah jelas sekali kalau seorang Chemical Engineer akan bekerja dalam skala raksasa sementara seorang AlChemist akan bekerja pada skala kecil (laboratorium). Maka jelas jugalah bidang pekerja yang ideal digeluti oleh AlChemist dengan Chemical Engineer. Lulusan ilmu kimia bisa bekerja misalnya di laboratorium, di bidang pendidikan sebagai guru atau dosen, atau di bagian Kendali Mutu (Quality Control) di pabrik.Lulusan teknik kimia biasa bekerja di pabrik yang memproduksi barang-barang melalui proses kimia, misalnya di pabrik semen, pupuk, kilang minyak, dan sebagainya. 


Sumber: dari blognya chemical engineer juga... http://chemie08.blogspot.com/

0 komentar:

Poskan Komentar

Komentar di bawah sini ya...