Sabtu, 04 Desember 2010

Tugas PAL: PENCEMARAN SAMPAH KOTA BANJARMASIN DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA

Banjarmasin sebagai Ibukota Propinsi Kalimantan Selatan saat ini sedang mengalami pertumbuhan fisik dan ekonomi yang cukup pesat. Pertambahan penduduk yang cepat menjadikan Kota Banjarmasin memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi dan tergolong kategori Kota Besar (> 500.000 jiwa) dengan luas kota yang hanya 80,00 Ha. Hal ini dapat dilihat dari jumlah penduduk yang semakin bertambah dan juga banyaknya bangunan-bangunan yang memadati kota Banjarmasin. Hal ini tentu memberikan efek ataupun dampak yang positif dan juga negatif.

Dampak positifnya yakni semakin majunya perekonomian masyarakat karena banyaknya penduduk dan aktifitas perekonomian yang mulai ’hidup’ dan berkembang. Di sisi lain, pertambahan jumlah penduduk yang demikian pesat juga akan menimbulkan permasalahan lain yakni permasalahan lingkungan yang disebabkan limbah ataupun sampah yang dihasilkan dari banyaknya jumlah penduduk tersebut jika permasalahan ini tidak dikelola dengan baik dan bijak.

Sampah merupakan persoalan klasik di perkotaan. Namun, sampai saat ini masih menjadi masalah yang serius. Disamping rendahnya kesadaran masyarakat atas kebersihan, upaya yang dilakukan pemerintah juga belum optimal. Kalau kita lihat di beberapa tempat pembuangan sampah sementara, pada siang hari banyak tumpukan sampah yang tidak terangkut. Belum lagi, berapa anak sungai yang ‘mati’ akibat adanya sampah yang terus menumpuk. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh pengelola kota adalah masalah sampah.
Produsen sampah terbesar adalah dari masyarakat itu sendiri sehingga dari sana munculah istilah ‘masyarakat sampah’. Masyarakat sampah yakni masyarakat yang menghasilkan sampah setiap harinya. Memang sekarang ini tidak ada masyarakat yang tidak menghasilkan sampah, perbedaannya terletak pada kemampuan masyarakat tersebut untuk mengelola sampah, dan kemampuan itu belum terdapat dalam keseluruhan masyarakat kita.

Badan pemerintah yang bersangkutan dengan hal tersebut, belum dapat melaksanakan tugasnya dengan baik karena terbentur dengan pola hidup masyarakat sampah yang ada. Teknologi untuk mengatasi sampah kalah cepat dengan fasilitas penghasil sampah. Dampak revolusi industri telah menghasilkan plastik yang penguraiannya memerlukan waktu 500 tahun / kantong, sementara sebagian besar konsumsi kita dibungkus oleh bahan sintetis tersebut.

Permasalahan sampah sebagai bahan pencemar tanah, lahan, sungai dan lainnya merupakan permasalahan serius yang harus diupayakan pencegahan dan penanggulangannya oleh seluruh komponen masyarakat agar hal tersebut (yakni pencemaran sampah) tidak memberikan dampak yang dapat merugikan diri kita pada masa sekarang dan yang akan datang.

Nah, yang ingin membaca lengkap tentang permasalahan sampah di Banjarmasin, bisa kalian unduh filenya disini nih mulai dari penyebab, dampak dan juga solusi yang coba di tawarkan untuk mengatasi masalah sampah ini..


tuh sebenarnya tugas studi kasus mata kuliah Pengolahan Air dan Limbah Industri, ga tau juga tuh kok malah lebih banyak ke masalah lingkungan, padahal untuk masalah lingkungan kan udah mata kuliah sendiri yakni Teknologi Pengolahan Lingkungan, but It's Okay, semoga bermanfaat ya...

2 komentar:

Sutantio E. Purwanto mengatakan...

Nice Bro, ane pikir masalah sampah dikota kita ga bakalan tamat, sebelum umatnya tobat (sadar diri). Sebab betapa beratnya PERDA yg mengatur tentang sampah, ga bakalan laku klu karakter umatnya ga sadar-sadar juga. Ok, keep bloging.

Abu Affan mengatakan...

Bener banget mas... membangun tempat penampungan sampah mungkin mudah, tapi sulit untuk membangun kesadaran...

Semoga kedepannya ad terobasan2 baru dalam mengatasi permasalahan2 yang ad di daerah kita ini, dibutuhkan ide2 cemerlang yang applicable...

makasih mas ats kunjungannya di blog yang sederhana ini...

Poskan Komentar

Komentar di bawah sini ya...