Minggu, 14 November 2010

Kenapa Ada Ekonomi Teknik Kimia???

Bismillah. Baiklah, kali ini ane mau posting tentang salah satu mata kuliah dalam silabus teknik kimia Universitas Lambung Mangkurat yakni Ekonomi Teknik Kimia (ekotek). Kenapa ane memilih postingan tentang ini? Karena besok ada mid-test hehe, jadi ya selain bisa berbagi sama teman2 sekalian ya sambil belajar juga..hehe.

Kalian mungkin bertanya-tanya ya, kok di Tekkim ada sih mata kuliah berbau hitung-hitungan uang seperti itu, yang biasanya dipelajari oleh teman2 non-eksakta. Well, tekkim merupakan jurusan yang multidisiplin ilmu, sehingga bukan hal yang mengherankan ekonomi merupakan salah satu bagian yang harus dipelajari oleh seorang calon chemical engineering kayak ane hehe, bukan ane aja yang musti mempelajari itu, tapi juga chemical engineering in the world hehe.

Apa sih pentingnya ekotek? Kok musti ada sih di silabusnya tekim? Baiklah, ane akan coba jelaskan semampu ane ya, selamat menyimak.

Jadi kalo menurut ane sih, kenapa ekotek musti dipelajari oleh setiap chemical engineer karena ekotek merupakan salah satu bagian yang penting dalam tekim, kalo ane ga salah sih masuk salah satu dari Chemical Engineering Tools. Nah lho apa lagi tuh Chemical Engineering Tools, tanya aja ya sama Bang Google, hehe. InsyALLOH pada kesempatan yang lain akan ane posting tentang itu.

Alasan utama kenapa ada ekotek menurut ane karena dalam tugas akhir (TA) pra rancangan pabrik kimia, salah satu babnya membahas tentang ekonominya. Jadi dalam membangun suatu pabrik kan perlu uang kan, modal ataupun investasi, sehingga penting bagi kita mengetahui bagaimana cara mengelola ataupun mengolah investasi tersebut agar memperoleh keuntungan yang maksimal. Jadi dalam ekonomi teknik kimia itu secara garis besar menjelaska pada kita tentang segala hal yang berhubungan dengan keuangan suatu pabrik, mulai dari harga bahan baku sampai harga produk, mulai dari biaya pembelian alat sampai kepada maintenance-nya. Pokoknya semuanya deh. Ya begitulah kira-kira, hehe.

Baiklah, mungkin itu sedikit pendahuluan ane tentang ekotek ini. Selanjutnya ane akan coba ringkas beberapa pertemuan kuliah ekotek yang sudah ane dapatkan sekaligus bahan buat mid-test besok, hehe.

Jadi, ane udah 5 kali pertemuan mata kuliah ekotek ini dan telah membahas tentang:
1. INVESTASI MODAL
2. MODAL KERJA
3. MANUFACTURING COST
4. GENERAL EXPENSE
5. METODE-METODE UNTUK MENYATAKAN KEUNTUNGAN

Baiklah, pembahasannya ane akan coba rinci satu per satu.

INVESTASI MODAL
Apa itu investasi modal? Investasi modal adalah pembayaran moneter yang diperlukan untuk pembangunan/pemasangan fasilitas-fasilitas produksi dan pengoperasiannya.

Ada 2 Tipe modal:
- Modal Tetap (Fixed Capital)
Menunjukkan/menyatakan investasi pada produksi dan fasilitas-fasilitas pembantu.
- Modal Kerja (Working Capital)
Menyatakan biaya-biaya yang diperlukan untuk melakukan bisnis secara normal.

Modal tetap: Biaya total dari instalasi alat-alat proses, bangunan-bangunan, alat-alat bantu dan rekayasa yang terlibat dalam pendirian sebuah pabrik baru.
Berapa besarnya modal tetap?--> 85-90% dari modal total.
Bagian-bagian dari modal tetap:
1. Harga alat sampai tempat
2. Pemasangan alat
3. Pemipaan
4. Instrumentasi
5. Isolasi
6. Listrik
7. Bangunan
8. Tanah dan perbaikannya
9. Utilitas
10. Teknik dan konstruksi
11. Upah kontraktor
12. Biaya tak terduga (contingency)
Bagian 1-9 = Physical Plant Cost (PPC)
PPC + Teknik dan konstruksi = Direct Plant Cost (DPC)
DPC + Upah kontraktor + contingency = Biaya tetap

Bagaimana cara perhitungannya? Nah, ada sekitar 6 cara yang dapat dilakukan.
Cara 1:
- PPC diambil sebagai dasar.
- Kemudian teknik dan konstruksi diambil sekian persen dari PPC. PPC + teknik + konstruksi = DPC.
- Upah kontraktor dan biaya tak terduga ditentukan berdasarkan persentase terhadap DPC. DPC + Upah kontraktor + biaya tak terduga = Modal Tetap.
Udah jelaskan cara yang pertama? Pasti belum jelas donk, kan belum tahu berapa persenannya hehe. Nah, gini nih perincian persenannya berdasarkan nilai PPC.
Jika:
PPC < $ 1.000.000 -----> teknik dan konstruksi = 30% PPC
$ 1.000.000 < PPC < $ 5.000.000 -----> teknik dan konstruksi = 25% PPC
PPC > $ 5.000.000 -----> teknik dan konstruksi = 20% PPC

Upah kontraktor = 4-10 % DPC

Pengeluaran tak terduga (Contingency) ada 3 level:
Low ----> 10 %DPC
Average ----> 15 %DPC
High ----> 20 %DPC

High: pengembangan proses baru, tidak ada contoh serupa dan informasi terbatas.
Low: proses sederhana dan sudah ada contohnya.

Nah, udah jelaskan cara yang pertama ini, hehe :)

Cara 2 sampai cara 6 lain kali saja ya ane posting hehe...

Capek juga ternyata nyalin catatan dari slide ke postingan ini..huuf... maaf ya teman. tapi semoga yang sedikit ini bermanfaat ya, insyALLOH nanti ane sambung lagi untuk penjelasan-penjelasan yang lainnya.

Semoga besok mid-test lancar, doakan ya teman..:)

4 komentar:

Anna Al Choirunnisa mengatakan...

Aamin aamin.. smg hsilnya memuaskan,,,
:)

Abu Affan mengatakan...

Aamiin...

Anonim mengatakan...

Jazakumullaah utk materinya..

Adenzt Stunner mengatakan...

pak,...
lanjutannya mana ya???

Poskan Komentar

Komentar di bawah sini ya...