Selasa, 09 November 2010

--Tugas PAL: Musibah Lingkungan dan Coliform--

Alhamdulillah akhirnya tugas PAL kelar juga... huuf... lega rasanya sudah terkirim tugas via email walau rela tidak pulang ke rumah seharian ini. Nah... ana kan sudah janji ya mau upload tugasnya di blog ini, maka dari itu pada kesempatan yang berbahagia ini ijinkan ana untuk mempersembahkan sebuah "jerih payah" ana. 12 Jam yang diberikan oleh bu Nopi, sepertinya terlalu singkat ya...hehe, atau karena waktu yang berjalan begitu cepat atau karena kitanya sendiri yang ga bisa manfaatin waktu?? Jawabannya ya tanyakan pada diri kita masing2. Oke, untuk mempersingkat waktu, nih tugas ana, semoga bermanfaat ya teman..:)


Tugas
Pengolahan Air dan Limbah Industri

Dosen Pengampu: Nopi Stiyati P, S.Si, MT









Oleh:

SOFYAN HADI
H1D107003

















PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2010




Musibah-Musibah Lingkungan Di Dunia

1. Bencana “Meuse Valley”
Pada awal Desember 1930, kabut tebal terhampar disebagian besar Belgia. Beberapa kasus paru akut terjadi di Meuse Valley yang padat penduduk dan terdapat 60 kematian. Sebuah investigasi komisi Belgia menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah produk beracun dalam gas limbah dari pabrik-pabrik di Meuse Valley yang menyebabkan perubahan iklim. Komisi Belgia berpendapat bahwa perubahan klim tersebut diakibatkan oleh sulfur dioksida (SO2) dan senyawa gas fluorin yang ditemukan di pabrik-pabrik.
Kabut terdapat diseluruh Belgia, terutama di Meuse Valley. Kasus penyakit mulai terjadi pada 3 desember, setelah kabut berlangsung selama dua hari dan beberapa jam setelah itu mencapai kepadatan maksimal. Dalam tiga hari terdapat 60 kematian.
Sebuah analisis mengenai kasus kematian yang terjadi disebabkan keracunan fluor akut dan kronis,. Dari 27 pabrik yang berada di kawasan tersebut, 15 pabrik merupakan pabrik yang menggunakan produk yang mengandung fluor mentah atau menambahkan senyawa fluor dalam bahan bakunya, serta senyawa gas fluor (SiF4, HF) yang dihasilkan dari cerobong asap pabrik.

2. Bencana Seveso
Pada tanggal 10 Juli 1976, sekitar tengah hari di sebuah pabrik kimia sebelah utara Milan di wilayah Lombardia, Italia terjadi ledakan pada sebuah reaktor TCP (2,4,5-trichlorophenol) dari pabrik kimia ICMESA (Industrie Chimiche Meda SocietĂ  Azionaria). Awan yang mengandung TCDD (2,3,7,8-tetrachlorodibenzo-p-dioxin) yang merupakan salah satu zat kimia paling beracun buatan manusia ini, secara tidak sengaja dilepaskan ke atmosfer. Peristiwa ini dikenal secara internasional sebagai bencana Seveso (anonim 2009). Beberapa studi kesehatan pada masyarakat di Seveso yang terkena TCDD rentan terkena kanker.
Penanggulangan bencana Seveso terdiri dari beberapa tahapan proses, yaitu:
• Tahapan Proses Operasi Pembersihan
• Tahapan Proses Pembersihan dari Limbah
• Tahapan Proses Pidana Kasus Pengadilan

3. Bencana Three Mile Island
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pulau Three Mile merupakan PLTN yang terletak di Pulau Three Mile, sebuah pulau buatan yang terletak di Dauphin Country, Pennsylvania, dekat Harrisburg. Pada 28 Maret 1979 pembangkit listrik tenaga nuklir di Pulau Three Mile (Pensylvania, Amerika Serikat) mengalami pencairan inti sebagian di Unit 2 (reaktor air bertekanan yang diproduksi oleh Babcock & Wilcox) dan memberikan kenangan buruk bagi warga Amerika Serikat khususnya dan dunia pada umumnya.
Musibah Pulau Three Mile merupakan yang terpenting dalam sejarah industri pembangkit nuklir Amerika Serikat sebab mengakibatkan pembebasan lebih dari 481 PBq (13 juta Curie) gas radioaktif, namun kurang dari 740 GBq (20 Curie) iodin-131 yang amat berbahaya.
Musibah terjadi karena operator tidak menyadari bahwa mereka telah melakukan prosedur yang salah sehingga mengakibatkan reaktor terlalu panas dan akhirnya meleleh. Tidak terdapat korban jiwa dalam musibah tersebut.
Meskipun pada kecelakaan ini tidak terdapat korban jiwa, namun mempunyai arti dan dampak yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup sekitar. Karena sebelum kecelakaan tersebut, para ahli nuklir sangat yakin akan keamanan sebuah reaktor nuklir. Terjadinya kecelakaan ini telah membuka mata masyarakat luas dan para ahli bahwa kemungkinan terjadinya kecelakaan ternyata lebih besar daripada yang diperkirakan.

4. Bencana Sandoz
Musibah lingkungan ini berawal dari terbakarnya sebuah gudang milik perusahaan farmasi dan agrokimia Sandoz. Awal bulan November 1986, gudang yang terletak di pinggiran Kota Basel, Swiss, ini terbakar. Padahal, di dalam gudang itu tersimpan 1.246 ton bahan kimia, sebagian besar pestisida, termasuk 12 ton herbisida yang bahan aktifnya Ethoxyethylmercury-hydroxide, yang kandungan merkurinya sekitar 15 persen. Api memporak-perandakan bangunan dan kemasan bahan kimia milik perusahaan industri kimia terbesar ketiga di Swiss itu. Tentu, barisan pemadam kebakaran segera beraksi. Ribuan galon air disemprotkan ke api, sampai padam. Namun, gudang itu ternyata tak memiliki saluran air tersendiri. Maka, limpasan air semprotan itu mengalir ke Sungai Rhine dan mencemari sungai tersebut, karena membawa tak kurang dari 30 ton bahan beracun.
Ribuan ikan ditemukan mati di sungai rhine. akibat air rhine tercemar. Ratusan ribu ekor ikan, dari 34 spesies, ditemukan mati menggelepar. Sebagian yang ditemukan hidup mengalami cedera serius: matanya menjorok ke luar, insang sumbing, dan sisiknya penuh koyakan luka.
Sampai sekarang masih belum ditemukan apa penybab pasti yang mengakibatkan terbakarnya gudang Sandoz tersebut. Sementara itu Sandoz berspekulasi bahwa kejadian tersebut mungkin terjadi karena ulah teroris, dan pihak berwenang masih mencari petunjuk.
Sebagai konsekuensi, Sandoz diminta menanggung biaya pemulihan ekosistem perairan Rhine, yang ditaksir memerlukan dana US$ 60 juta. Sandoz setuju memikulnya, bersama perusahaan asuransi rekanannya.

5. Bencana Toyama
Penyakit itai- itai atau Cadmium Poisioning disebabkan oleh keracunan kadmium akibat pertambangan di Prefektur Toyama. Meningkatnya permintaan terhadap bahan baku selama Perang Rusia-Jepang dan Perang Dunia I, serta teknologi pertambangan baru dari Eropa, meningkatkan output dari pertambangan, menempatkan Kamioka Pertambangan di Toyama antara dunia atas tambang. Produksi meningkat bahkan lebih sebelum Perang Dunia II.
Dimulai pada tahun 1910 dan terus berlanjut sampai 1945, kadmium dibuang dalam jumlah yang signifikan oleh operasi pertambangan, dan penyakit ini pertama kali muncul sekitar tahun 1912.Sebelum Perang Dunia II, pertambangan ini dikendalikan oleh Mitsui Mining and Smelting Co, Ltd, pertambangan itu kemudian meningkatkan pencemaran Sungai Jinzu dan anak-anak sungainya. Sungai ini digunakan terutama untuk sawah irigasi, juga untuk air minum, mencuci, memancing, dan kegunaan lain oleh penduduk hilir.

6. Musibah Chernobyl
Tanggal 26 April 1986 terjadi ledakan pada Unit 4 PLTN Chernobyl. Peristiwa ini menggemparkan dunia karena mengingatkan kembali pada ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, saat berkecamuk Perang Dunia II yang menewaskan sekitar 220.000 orang.Trauma Hiroshima dan Nagasaki belum hilang dari ingatan orang, muncul kembali peristiwa Chernobyl yang termasuk kecelakaan terbesar pada PLTN selama kurang lebih 60 tahun.
Secara perinci, kecelakaan itu disebabkan, pertama, desain reaktor, yakni tidak stabil pada daya rendah - daya reaktor bisa naik cepat tanpa dapat dikendalikan. Tidak mempunyai kungkungan reaktor (containment). Akibatnya, setiap kebocoran radiasi dari reaktor langsung ke udara. Kedua, pelanggaran prosedur. Ketika pekerjaan tes dilakukan hanya delapan batang kendali reaktor yang dipakai, yang semestinya minimal 30, agar reaktor tetap terkontrol. Sistem pendingin darurat reaktor dimatikan. Tes dilakukan tanpa memberitahukan kepada petugas yang bertanggung jawab terhadap operasi reaktor. Ketiga, budaya keselamatan. Pengusaha instalasi tidak memiliki budaya keselamatan, tidak mampu memperbaiki kelemahan desain yang sudah diketahui sebelum kecelakaan terjadi.
Diperkirakan semula dampak fisik akan begitu dahsyat. Artinya, akan menimbulkan korban jiwa yang luar biasa banyaknya. Namun, ternyata data sampai dengan 2006, jumlah korban yang meninggal 56 orang, di mana 28 orang (para likuidator terdiri dari staf PLTN, tenaga konstruksi, dan pemadam kebakaran) meninggal pada 3 bulan pertama setelah kecelakaan, 19 orang meninggal 8 tahun kemudian, dan 9 anak lainnya meninggal karena kanker kelenjar gondok.
Sebanyak 350.000 likuidator yang terlibat dalam proses pembersihan daerah PLTN yang kena bencana, serta 5 juta orang yang saat itu tinggal di Belarusia, Ukraina, dan Rusia, yang terkena kontaminasi zat radioaktif dan 100.000 di antaranya tinggal di daerah yang dikategorikan sebagai daerah strict control, ternyata mendapat radiasi seluruh badan sebanding dengan tingkat radiasi alam, serta tidak ditemukan dampak terhadap kesuburan atau bentuk-bentuk anomali.
Di sisi lain, hasil studi dan penelitian terhadap likuidator menunjukkan bahwa “tidak ada korelasi langsung antara kenaikan jumlah penderita kanker dan jumlah kematian per satuan waktu dengan paparan radiasi Chernobyl.
Kemudian pada 1992-2002 tercatat 4.000 kasus kanker kelenjar gondok yang terobservasi di Belarusia, Ukraina, dan Rusia pada anak-anak dan remaja 0-18 tahun ketika terjadi kecelakaan, termasuk 3.000 orang yang berusia 0-14 tahun. Selama perawatan mereka yang kena kanker, di Belarusia meninggal delapan anak dan di Rusia seorang anak. Yang lainnya selamat.
Berdasarkan laporan “Chernobyl Lecacy”, sebagian besar daerah pemukiman yang semula mendapat kontaminasi zat radioaktif karena kecelakaan PLTN Chernobyl telah kembali ke tingkat radiasi latar, seperti sebelum terjadi kecelakaan. Dampak psikologis adalah yang paling dahsyat, terutama trauma bagi mereka yang mengalaminya seperti stres, depresi, dan gejala lainnya yang secara medis sulit dijelaskan.


FECAL DAN TOTAL COLIFORM

Fecal coliform atau biasa disebut sebagai coliform feses merupakan bakteri fakultatif-anaerob berbentuk batang, gram negatif, dan non-sporulasi. Fecal coliform mampu tumbuh dan menghasilkan asam dan gas dari laktosa dalam waktu 48 jam di 44 ± 0,5 Âș C.
Keberadaan bakteri fecal coliform di lingkungan akuatik menunjukkan bahwa air telah terkontaminasi dengan feces manusia atau hewan lain. Pada saat ini terjadi air sumber mungkin telah terkontaminasi oleh patogen atau bakteri yang menyebabkan penyakit atau virus yang juga bisa ada dalam feces. Beberapa penyakit patogen ditularkan melalui air termasuk demam tipus, virus dan bakteri gastroenteritis dan hepatitis A. Kehadiran kontaminasi tinja merupakan indikator bahwa ada potensi resiko kesehatan bagi individu terkena air ini. bakteri koliform tinja atau fekal mungkin terjadi dalam lingkungan air sebagai akibat dari meluapnya air limbah domestik atau sumber nonpoint (tanpa diketahui asalnya) dari limbah manusia dan hewan.
Fecal coliform, seperti bakteri lainnya, biasanya dapat dihambat pertumbuhannya dengan air mendidih atau dengan memperlakukan dengan klorin. Mencuci bersih dengan sabun setelah kontak dengan air yang tercemar juga dapat membantu mencegah infeksi. Sarung tangan harus selalu dipakai ketika melakukan tes Fecal coliform.
Rekomendasi EPA dan untuk suplai air rumah tangga, untuk pengobatan, jumlah koliform fekal kurang dari 2000 colonies/100 mL, dan untuk Standar air minum kurang dari 1 koloni / 100 ml.

Total coliform merupakan kumpulan mikroorganisme relatif tidak berbahaya yang hidup dalam jumlah besar di tanah, tanaman dan di usus berdarah panas (manusia) dan hewan berdarah dingin. Koliform membantu dalam pencernaan makanan.
Ada 16 spesies total koliform yang ditemukan di tanah, tanaman dan kotoran hewan dan manusia. Sebuah subkelompok coliform, disebut bakteri fecal coliform, berbeda dari kelompok total coliform karena mereka dapat tumbuh pada temperatur yang lebih tinggi dan ditemukan hanya dalam limbah tinja hewan berdarah panas. Ada enam jenis bakteri fecal coliform ditemukan pada hewan dan kotoran manusia. E. coli adalah salah satu jenis dari enam jenis bakteri fecal coliform.
Coliform adalah keluarga bakteri umum di tanah, tumbuhan dan hewan. Anda bisa kontak dengan bakteri ini dengan makan atau minum (mencerna) tanah pada tanaman dan dalam sumber-sumber air seperti kolam, danau dan sungai. Coliform tinja bakteri dapat ditemukan dalam air yang terkontaminasi oleh limbah domestik atau sumber lain dari limbah manusia dan hewan.
Coliform atau bakteri lainnya dalam air tidak harus selalu berarti Anda akan menjadi sakit. Namun, jika organisme ini yang hadir, organisme penyebab penyakit lainnya juga dapat hadir. Adanya kontaminasi tinja adalah tanda adanya risiko kesehatan yang mungkin ada bagi individu terkena air ini. Kesehatan gejala terkait dengan minum atau menelan air yang terkontaminasi dengan bakteri coliform fecal umumnya berkisar dari tidak ada efek sakit untuk kram dan diare (gastrointestinal distress).
Air tanah (air minum bawah tanah) harus dibangun dengan baik dan harus bebas dari bakteri coliform. Jika koliform ditemukan di sebuah sumur. Hal ini dapat disebabkan oleh tidak baiknya pembangunan sumur baru atau karena sumur tua mungkin telah mengembangkan lubang. Kontaminasi juga dapat terjadi jika hujan limpasan atau pencairan salju membuat jalan ke dalam sumur melalui retakan di outcroppings batu, serak tanah atau tanah berpasir atau karena kurangnya grout (material penyegelan) di sekitar sumur. Pemilik rumah yang menggunakan tangki air sebagai sumber air minum harus menggunakan pengobatan perangkat untuk menyaring air untuk menghilangkan bakteri coliform.


DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Bakteri Koliform Fekal (Fecal Coliform). http://www.bangkoyoy.com/2010/10/bakteri-koliform-fekal-fecal-coliform.html. Tanggal akses 9 November 2010.

Anonim. Fecal Coliform & Total Coliform http://translate.googleusercontent.com/translate.Diakses pada tanggal 9 November 2010

Aritonang, Bonardo. 2010. Tugas Resmi Kimia Lingkungan Bencana Seveso. http://bonardo-art.blogspot.com/2010_02_01_archive.html. Tanggal akses 9 November 2010.

Irawan, Ferry. 2010. Makalah Kimia Lingkungan Peristiwa Kecelakaan Pulau Three Mile. http://makhluknyata.blogspot.com/2010/02/makalah-peristiwa-kecelakaan-three-mile.html. Tanggal akses 9 November 2010.

Malvicious. 2010. Bencana Polusi Terbesar di Jepang. http://malvicious.blogspot.com/2010/03/bencana-polusi-terbesar-di-jepang-smoga.html. Tanggal akses 9 November 2010.

Rahman, Radhian Nur. Makalah Pencemaran Lingkungan di Sandoz. http://www.catatankecilnya.blogspot.com/2010/03/makalah-pencemaran lingkungan-di-sandoz.html. Tanggal akses 9 November 2010.

Wauran, Markus. 2008. Mengenang 22 Tahun Tragedi Chernobyl. http://sangnanang.dagdigdug.com/2008/04/25/tragedi-chernobyl/. Tanggal akses 9 November 2010.

Zein, Muhammad. 2010. Pencemaran di Meuse Valley. http://zeiniszzn17.blogspot.com/2010/03/pencemaran-di-meuse-valley.html. Tanggal akses 9 November 2010.

0 komentar:

Poskan Komentar

Komentar di bawah sini ya...