Tampilkan postingan dengan label Info Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Kimia. Tampilkan semua postingan
Senin, 15 Agustus 2011
~Informasi Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina 2011~
Untuk keempat kalinya Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat perguruan tinggi akan kembali digelar bertajuk OSN-Pertamina 2011.
Perlombaan ini merupakaan kompetisi antar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, dan akan memperebutkan hadiah utama uang tunai berjumlah Rp 2,8 Milyar.
Jadwal kompetisi terdiri dari seleksi di tingkat provinsi mencakup ujian tertulis multiple choice di babak penyisihan yang akan digelar serentak di semua provinsi tanggal 27 September 2011. “Hasilnya akan diumumkan tanggal 1 Oktober 2011,”
Tahapan selanjutnya ialah final tingkat provinsi mencakup ujian tertulis essay dan pemaparan makalah yang akan digelar 7 Oktober 2011.
usai seleksi di tingkap provinsi akan disusul seleksi di tingkat nasional yang akan dilaksanakan tanggal 1-4 November 2011. “Tahapan ini akan diikuti para pemenang di seleksi tingkat provinsi.
Mengenai persyaratan peserta, antara lain tercatat sebagai mahasiswa program S-1 semua fakultas minimal semester 3 dan dibuktikan dengan kartu mahasiswa dan surat pengantar dekan masing-masing fakultas.
Kedua, tidak pernah menjadi pemenang pada kompetisi Sains tingkat perguruan tinggi nasional dan tidak pernah mengikuti kompetisi bidang Sains perguruan tinggi tingkat internasional.
Ketiga, pemenang OSN-Pertamina tahun 2008-2010 baik tingkat provinsi maupun nasional tidak diperkenankan mengikuti OSN-Pertamina 2011.
“Pendaftaran dimulaia 1 Agustus sampaai 20 September 2011 secara online di www.osnpertamina.com atau kirimkan lewat e-mail panitia@osnpertamina.com,”
sumber : http://manado.tribunnews.com/2011/07/31/osn-pertamina-2011-perebutkan-rp-28-milyar
Baca Selengkapnya...
Minggu, 13 Maret 2011
Mengapa Reaktor Nuklir Jepang Meledak
Ini bahaya lain dari gempa bumi Jepang. Pembangkit listrik tenaga nuklir. Bahaya ini sama ngerinya dengan lindu yang merubuhkan gedung, tsunami yang melondong ribuan mobil, rumah, kapal laut dan belasan pesawat terbang, segampang banjir menghanyutkan sampah.
Minggu 13 Maret 2011, pemerintah Jepang mengumumkan bahwa 160 orang dipastikan tercemar radiasi berbahaya, setelah pembangkit listrik tenaga nulir di Fukushima meledak. Sejumlah 60 orang tercemar ketika menunggu helikopter untuk evakuasi dari lapangan sebuah sekolah menengah atas. Dan 100 orang menunggu bus di tempat yang sama.
Ratusan ribu orang terpaksa diungsikan. Menjauh dari areal berbahaya itu. Pembangkit itu memang begitu jauh dari Sendau, kota yang paling dekat dengan pusat gempa. Sendau remuk redam. Sudah seperti kota mati, ditinggal penguninya.
Radiasi berbahaya itu menebar sesaat sesudah gempa 9 SR menguncang pesisir timur negeri matahari terbit itu, Jumat 11 Maret 2011. Atap gedung pembangkit itu retak. Petugas sesungguhnya sudah cemas dengan keretakan itu, sebab akan menganggu suhu di dalam pembangkit. Dan benar saja. Sabtu, 12 Maret 2011, pukul empat sore pembangkit itu bocor, lalu meledak.
Ledakan menghancurkan bangunan penampang reaktor. Beruntung, reaktor yang dilapisi dengan stainless steel setebal enam inci masih selamat. Empat petugas di instalasi nuklir milik perusahaan Tokyo Electronic Power Co (Tepco) tersebut dilaporkan luka-luka, tapi tidak terlalu parah.
Sejumlah karyawan mengisahkan perjuangan keras para ahli meredam kekacauan di pembangkit itu. Sesudah atap itu retak, karyawan sesungguhnya sudah berusaha keras. Repotnya listrik mati. Akibatnya pendingin yang berguna menjaga batang bahan bakar (fuel rods) sama sekali tidak berfungsi.
Dilansir dari laman Associated Press, ledakan terjadi ketika petugas pembangkit berusaha mendinginkan reaktor nomor satu dengan menggunakan air. Sayangnya air yang mereka masukkan ke dalam reaktor, menciptakan hidrogen ketika terpapar dengan batang bahan bakar. Tekanan hidrogen yang besar memaksa petugas mengeluarkan sebagian. Saat dikeluarkan, hidrogen itu bercampur dengan oksigen. Nah percampuran hidrogen dengan oksigen itulah kemudian meletupkan ledakan.
Kurang cermatnya perhitungan dalam pendinginan reaktor dan situasi yang serba kacau karena gempa dan gelap pula, memaksa para petugas berimprovisasi dalam mendinginkan reaktor.
"Mereka bekerja dalam keadaan panik untuk mencari solusi mendinginkan inti reaktor. Ini mengindikasikan seberapa seriusnya masalah. Mereka terpaksa melakukan tindakan yang tidak biasa dan berimprovisasi untuk mendinginkan reaktor nuklir," ujar Mark Hibbs, peneliti senior dari program kebijakan nuklir di Carnegie Endowment for International Peace.
Reaktor nuklir nomor dua dan tiga yang juga mengalami kerusakan pendingin tidak meledak. Pada kedua reaktor ini, petugas mengeluarkan sebagian zat radioaktif ke udara untuk mengurangi tekanan dalam reaktor.
Tapi ini seperti menebar kenggerian ke dunia sekitar. Udara di sekitar lokasi itulah yang terkontaminasi zat radioaktif. Pihak Tepco memastikan bahwa radioaktif yang dilepaskan jumlahnya sangat kecil. Tidak terlalu berbahaya bagi kesehatan manusia.
Langsung mematikan memang tidak, tapi radiasi yang terkandung dalam udara tetap saja di atas ambang batas normal. Menurut pemerintah lokal Fukushima, tingkat radiasi yang keluar dari reaktor Daiichi mencapai 1.015 msv/jam. Jumlah ini diatas tingkat yang dapat ditoleransi tubuh manusia selama satu jam.
Stasiun televisi NHK menyerukan rakyat Fukushima untuk tetap berada di rumah, menutup pintu dan jendela, serta mematikan pendingin udara. Mereka juga diperintahkan mengatup mulut dengan masker, handuk atau saputangan basah.
Beres? Belum tentu juga. Sebab ada bahaya lain yang mengintai. Sejumlah ahli mencemaskan melelehnya inti reaktor. Jika itu terjadi maka radiasi akan tersebar dalam jumlah besar. Daya jangkau racun itu bisa berpuluh kilometer. "Kami melihat ada kemungkinan akan meleleh," ujar Toshihiro Bannai dari Badan Keamanan Nuklir dan Industri Jepang (NISA), seperti dilansir dari CNN.
Walalupun para teknisi tidak dapat mencapai lokasi inti reaktor, Bannai menegaskan bahwa kesimpulan soal lelehan itu didasarkan pada ukuran kadar radiasi di udara pada Sabtu malam. Guna mendinginkan reaktor, para petugas kini menyuntikkan air laut dan cairan asam boraks ke dalam reaktor, yang belum tentu juga aman.
Sumber: Vivanews
Baca Selengkapnya...
Rabu, 02 Maret 2011
Eksperimen Kimia Terbesar dalam Perayaan Tahun Kimia Internasional 2011
Penulis: Abi Sofyan Ghifari
Tahun 2011 ini merupakan tahun yang sangat bersejarah bagi para peneliti, ilmuwan, akademisi, praktisi, maupun para pecinta kimia di seluruh dunia karena UNESCO dan IUPAC telah menetapkan tahun ini sebagai Tahun Kimia Internasional 2011 (International Year of Chemistry/IYC 2011).
Sejak dibuka secara resmi pada tanggal 27 Januari 2011 di markas besar UNESCO di Paris, Perancis, telah dijadwalkan berbagai macam acara perayaan Tahun Kimia Internasional 2011 ini. Salah satu acara yang cukup fenomenal adalah diadakannya eksperimen kimia terbesar di dunia yang serentak digelar di seluruh dunia pada 22 Maret 2011.
Eksperimen kimia terbesar di dunia ini bertajuk “Water: A Chemical Solution” , yang rencananya diperuntukkan bagi segenap siswa-siswi sekolah di seluruh dunia dengan berfokus pada penelitian keadaan air lokal di tiap negara dan solusi teknologi kimia dalam mengatasi permasalahan ketersediaan air bersih dan air minum di seluruh dunia. Eksperimen global semacam ini akan mendukung tujuan-tujuan dari Tahun Kimia Internasional 2011 dimana salah satunya ialah untuk meningkatkan antusiasme generasi muda terhadap bidang sains, khususnya kimia.
Modul eksperimen ini disesuaikan dengan usia, minat, dan kemampuan para siswa. Baik anak-anak maupun remaja dapat melakukan eksperimen ini sendiri, maupun didampingi orang tua, guru, maupun teman-teman sekolahnya. Eksperimen ini juga tergolong murah karena menggunakan peralatan sederhana, bahkan tanpa biaya sama sekali. Beberapa eksperimen yang akan dilakukan adalah pengukuran pH air, salinitas (kadar garam) air, pengolahan air kotor menggunakan penyaring buatan rumah, dan distilasi.
Eksperimen kimia global ini diharapkan dapat mendukung perkembangan dan penerapan teknologi kimia di berbagai bidang, khususnya pada penerapan industri berbasis lingkungan. Eksperimen ini juga diharapkan akan meningkatkan kesadaran, minat dan kemampuan generasi muda di masa mendatang dalam menerapkan teknologi kimia yang ramah lingkungan.
Jika Anda ingin berpartisipasi dalam acara global ini, silakan mengunjungi tautan dari situs resmi IYC 2011 di bawah ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang acara dan modul eksperimen global ini.
http://www.chemistry2011.org/participate/activities/show?id=92
Mari kita meriahkan Tahun Kimia Internasional 2011 dengan menulis artikel kimia populer dan eksperimen kimia!
Sumber: www.chem-is-try.org
Baca Selengkapnya...
Kamis, 24 Februari 2011
Apakah Itu Chemical Cleaning??
Sekitar dua hari yang lalu, saya dan teman kerja praktek saya mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung pembersihan atau maintenance alat di pabrik. Jarang lho dapat kesempatan seperti ini,hehe. Alat yang kami lihat lagi dibersihkan yakni Heat Exchanger Tipe Plate, yakni suatu alat penukar panas yang tersusun atas plate yang jumlahnya banyak sebagai media perpindahan panas. Dari hasil pengamatan tersebut, diperoleh lagi ilmu yang baru, yakni tentang Chemical Cleaning. Nah lho? Apaan tuh?
Chemical Cleaning merupakan suatu cara pembersihan alat dengan menggunakan bahan kimia tertentu. Selain chemical cleaning, cara pembersihan yang lain yaitu dengan menggunakan Mechanical cleaning. Adapun mechanical cleaning merupakan cara pembersihan alat secara mekanis.
Alat-alat yang biasa dilakukan chemical cleaning yaitu Exchanger, evaporator ataupun alat proses yang lain yang mudah kotor karena terbentuk scale ataupun endapan yang menempel pada alat. Kotoran berupa scale ini disebabkan oleh fluida yang mengalir di dalam alat tersebut ataupun karena adanya kontaminasi udara (oksigen) pada alat yang dapat menimbulkan korosi pada alat. Adanya kotoran pada alat dapat menurunkan performance alat. Jika pada Exchanger terdapat kotoran maka perpindahan panas ataupun transfer panasnya dapat berkurang atau menurun yang berpengaruh terhadap jalannya proses. Sehingga alat-alat tersebut secara berkala harus dibersihkan. Ada alat yang dibersihkan secara berkala, misalnya pada saat pabrik lagi shut down atau TA (turn around) baru bisa dibersihkan.
Pemilihan bahan kimia yang digunakan dalam chemical cleaning tergantung dari bahan konstruksi alat yang mau dibersihkan. Jangan sampai menggunakan bahan yang dapat merusak alat dan bersifat korosi. Misalnya untuk pembersihan Exchanger tipe Plate, digunakan bahan kimia Asam Sitrat (Sitrat Acid). Prosesnya dilakukan secara berulang-ulang yakni dengan sirkulasi Asam Sitrat ke dalam Plate dengan cara dipompakan dari suatu tangki terus menerus. Kotoran yang biasanya ada yakni Fe, jadi sirkulasi dilakukan secara kontinyu, secara berkala, larutan Asam Sitrat yang disirkulasi yang tertampung didalam tangki, diambil sampel untuk menganalisa kandungan Fe nya. Biasanya setiap satu jam sekali. Sirkulasi dilakukan terus sampai akhirnya didapatkan hasil analisa kandungan Fe yang tidak bertambah atau sudah jenuh. Proses ini biasanya memakan waktu 8 jam atau lebih.
Indikator yang menunjukkan adanya kotoran dalam suatu alat misalnya HE tipe Plate ini adalah penurunan performance transfer panasnya. Sebagaimana exchanger yang lain, untuk tipe plate ini, jika mengalami penurunan performance, artinya transfer panas berkurang, hal yang dapat dilakukan adalah dengann melakukan cleaning baik berupa chemical maupun mechanical cleaning. Selain kotoran, hal yang dapat menurunkan performance Plate HE yakni rusaknya plate itu sendiri, Plate HE merupakan HE yang tersusun atas banyak plate, jadi jika terjadi hal demikian,plate yang rusak diambil atau diganti dengan plate yang baru.
Baca Selengkapnya...
Langganan:
Postingan (Atom)





